Warits Faroidh Na

April 22, 2014 at 3:14 am Tinggalkan komentar

KONSEP DASAR
PEMBAGIAN HARTA WARIS
Nana Suryana ( Pengasuh PONPES Al-Fatah Sukabumi, Jawa Barat )

يوصيكم الله في أولادكم للذكر مثل حظ الأنثيين فإن كن نساء فوق اثنتين فلهن ثلثا ما ترك وإن كانت واحدة فلها النصف ولأبويه لكل واحد منهما السدس مما ترك إن كان له ولد فإن لم يكن له ولد وورثه أبواه فلأمه الثلث فإن كان له إخوة فلأمه السدس من بعد وصية يوصي بها أو دين آبآؤكم وأبناؤكم لا تدرون أيهم أقرب لكم نفعا فريضة من الله إن الله كان عليما حكيما .* النسـاء *

Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan ; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh Seperdua harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ( QS An Nisa ayat 11 )

ولكم نصف ما ترك أزواجكم إن لم يكن لهن ولد فإن كان لهن ولد فلكم الربع مما تركن من بعد وصية يوصين بها أو دين ولهن الربع مما تركتم إن لم يكن لكم ولد فإن كان لكم ولد فلهن الثمن مما تركتم من بعد وصية توصون بها أو دين وإن كان رجل يورث كلالة أو امرأة وله أخ أو أخت فلكل واحد منهما السدس فإن كانوا أكثر من ذلك فهم شركاء في الثلث من بعد وصية يوصى بها أو دين غير مضآر وصية من الله والله عليم حليم . النسـاء

Dan bagimu (suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. (QS. An Nisa ayat 12).

 

1. SUAMI
 Suami dapat 1/2 (setengah) jika tidak ada Anak / Cucu QS. 4/12
 Suami dapat 1/4 (seperempat) jika ada Anak / Cucu QS. 4/12

2. ISTRI
 Istri dapat 1/4 (sperempat) jika tidak ada Anak / Cucu QS. 4/12
 Istri dapat 1/8 (seperdelapan) jika ada Anak / Cucu QS. 4/12

3. ANAK (A ) dan Cucu
 Anak Lk dapat 2 bagian Anak Pr , dan jadi Asobah QS. 4/11
 Anak Pr 2 orang / lebih dapat 2/3 jika tidak ada Anak Lk QS. 4/11
 Anak Pr tunggal dapat 1/2 jika tidak ada Anak Lk QS. 4/11
 Anak Pr tunggal dapat 1/2 dan jika bersamanya Cucu Pr maka Cucu dapat 1/6 sebagai pelengkap dari 2/3 .

قال عبد الله بن مسعـود : قضى رسـول الله ص . للبـنت النّـصف ولبنت الا بن السّـدس تكملة الثّلثين وما بقي فللا خت .رواه الجماعة الا مسلما والترمدى .
Berkata Abdullah bin Mas’ud, Rosulullah pernah menghukumkan untuk seorang anak Pr ½ (separoh) dan untuk cucu pr 1/6 (seperenam) untuk mencukupkan 2/3 dan selebihnya untuk saudara-saudara . (HR.Jama’ah kecuali Muslim dan Tirmidzi)
( F. no : 23 )

 Kalau anak perempuan itu dua orang atau lebih maka cucu pr tidak dapat bagian, karena hakekatnya cucu itu terhalang oleh anak.
 Jika tidak ada anak, maka cucu menggantikan posisi sebagai anak.

4. IBU
 Ibu dapat 1/6 jika ada anak atau cucu QS. 4/11
 Ibu dapat 1/6 jika bersama saudara-saudara QS. 4/11
 Ibu dapat 1/3 jika hanya diwarisi ibu dan bapaknya(gorowaen) QS. 4/11

5. BAPAK (A )
 Bapak dapat 1/6 jika ada anak / cucu QS. 4/11
 Bapak dapat 1/6 jika bersama saudara QS. 4/11
 Bapak dapat 2/3 jika hanya diwarisi ibu dan bapaknya(gorowaen) QS. 4/11

6. NENEK
 Nenek seorang atau lebih dapat 1/6 kalau tidak ada ibu

عن بريدة : انّ النبيّ ص . جعل للجدّة السّدس اذا لم يكن دونها امّ . ابو داود

Memberikan kepada nenek 1/6 jika tidak ada ibu. ( F : 46 )

قال عبادة بن صامت إنّ النّبي قضى للجدّ تين من الميراث بالسدس بينهما .
عبد الله بن احمد بن حنبل .
“ … telah hukumkan buat dua nenek 1/6 “. ( F : 43 )

قال عبد الرحمن بن يزيد : اعطى رسول الله ص . ثلاث جدّات السّدس ثنتين من قبل لاب وواحدة من لامّ . ( الدارقطنى ) .
“ … Rosulullah telah berikan 1/6 (seperenam) kepada tiga orang nenek, 2 orang dari pihak bapak dan seorang dari pihak ibu ”

 

 

 

7. KAKEK

 Kakek bisa mendapat asobah (sisa)
 Kakek dapat waris jika tidak ada bapak
 Kakek dapat 1/6 jika

قال معقل بن يسار المزانّى : قضى رسول الله ص . فى الجدّ السّـدس . رواه احمد وابوداود .
“ .. telah hukumkan datuk dapat 1/6 (seperenam) “ ( F : 41 ). Jika saudara-saudara itu lebih dari dua orang, ( F : 54 )

 Kakek dapat 1/3 jika bersama saudara kandung / saudara sebapak

قال الحسن : كان زيد بن ثابت يشرّك الجدّ مع لا خوة الى الثّلث . ( الدارمى )

Adalah jaid bin tsabit mencampurkan kakek dengan saudara-saudara laki-laki hingga ia dapat tidak kurang dari 1/3 HR. Ad-Darimi. ( F : 53 ) .
Menurut hadits riwayat imam Malik ( F : 32 ) kalau saudara lk itu seorang maka kakek dapat 1/2.

 Kakek dapat berbagi hasil (muqosamah) dengan saudara-saudara dalam pembagian sisa harta
 Kakek dapat 2/3 jika hanya diwarisi oleh kakek dan seorang saudara perempuan(1/2). (disebut Akdariyah ). Menurut keterangan bahwa laki-laki dapat dua bagian perempuan. QS. 4/11 atau 4/ 176, 177
 Kebersamaan antara kakek dengan saudara kandung / saudara sebapak, dan bersama ahli waris lainnya. Adakalanya kakek dapat 1/6 , 1/2 , 1/3, 2/3 dari sisa harta, tergantung situasi, yang pasti harus mendapatkan yang lebih menguntungkan dari pada saudara tersebut.

8. SAUDARA KANDUNG

 Saudara Lk / Pr dapat harta waris jika tidak ada : Bapak, Anak Lk, Cucu Lk( A ) jika tidak ada anak lk / cucu lk dan bapak
 Perempuan tunggal dapat 1/2 jika tidak ada anak / cucu. Jika ada saudara sebapak maka saudara sebapak dapa sisanaya (A) QS. 4/176,177, jika seudara sebapak itu perempuan tunggal maka ia mendapatkan 1/6, sebagai pelengkap dari 2/3.

قال عبد الله بن مسعـود : قضى رسـول الله ص . للبـنت النّـصف ولبنت الا بن السّـدس تكملة الثّلثين وما بقي فللا خت .رواه الجماعة الا مسلما والترمدى .
Berkata Abdullah bin Mas’ud, Rosulullah pernah menghukumkan untuk seorang anak Pr 1/2 (separoh) dan untuk cucu pr 1/6 (seperenam) untuk mencukupkan 2/3 dan selebihnya untuk saudara-saudara . (HR.Jama’ah kecuali Muslim dan tirmidzi) ( F : 23 ) dan QS. 4/11

 Jika hanya diwarisi oleh seorang anak pr / seorang cucu pr dan saudara, maka anak pr dapat 1/2 dan sisanya untuk saudara

انّ معاذ بن جبل ورّث اختا وابنة جعل لكلّ واحدة منهما النّصف وهـو باليمن ونبيّ الله ص . يومئـذ حيّ . رواه ابو داود والبخارئ بمعناه
“ … Sungguh Muadz bin Jabal telah membagikan harta pusaka pada seorang saudara pr dan seorang anak pr, masing-masing separoh (1/2 ) padahal ia di Yaman dan Rosulullah masih hidup ” ( F : 29 )

 

 

 
 Jika seorang Sdr Pr 1/2 bersama Kakek menjadi 1/3 dan kakek 2/3 ( Akdariyah )
 Perempuan lebih dari dua orang dapat 2/3 jika tidak ada anak / cucu QS. 4/176,177
 Jika bersama dengan saudara seibu ia bersekutu dalam 1/3 QS. 4/12
 Jika saudara seibu bersama saudara kandung maka ia berserikat dalam 1/3 QS. 4/12

9. SAUDARA SEBAPAK ( A )

 Saudara Lk dapat waris jika tidak ada : Saudara Lk Kandung, Bapak, Anak Lk, dan Saudara Pr kdg yang bersama dengan Anak Pr atau Cucu Pr
 Saudara Pr dapat waris jika tidak ada : Anak Lk, Cucu Lk, Bapak, Sdr Lk Kdg, dan dua Sdr Pr Kdg.
 Saudara sebapak dapat sisi ( A ) jika tidak ada anak Lk, Cucu Lk, Bapak, Saudara kandung Lk. QS. 4/177 dan hadits :
الحقوا الفرائض باهلها فمابقي فهو لاولى رجل ذكر . رواه البخارى و مسلم .
Serahkanlah ahlinya yang berhak, maka sebagian –baigan itu kepada le3bihnya itu, adalah untuk laki-laki yang lebih hampir (kepada si mati). ( F : 19 )

 Saudara sebapak akan mendapat jika tidak ada saudara kandung.

قال على : قضى رسول الله ص . الرّجل يرث اخاه لابيه وامّه دون اخيه لابنه .
رواه التر ميذى.
“ … Menghukumkan Rosulullah, bahwa seorang sewarisi saudaranya kandung, tidak saudara sebapak ” ( F : 49 )
 Seorang Saudara Pr dapat 1/2 (separoh dari sisa) jika tidak ada yang menjadi asobah QS. 4/177
 Duarang saudara Pr dapat 2/3 jika tidak ada yang menjadi asobah QS. 4/177
 Jika seorang Sdr Pr Sbk bersama dengan Sdr Pr Kdg, maka seorang Sdr Pr Kdg dapat 1/2 dan Sdr Pr Sbpk dapat 1/6 ( sama dengan dua orang Pr = 2/3 ) QS. 4/11
 Posisi saudara sebapak dengan saudara kandung, seperti posisi anak dengan cucu
 Jika saudara seibu bersama saudara kandung maka ia berserikat dalam 1/3 QS. 4/12
10. SAUDARA SEIBU

 Dapat waris jika tidak ada Anak, Cucu, Bapak / Kakek
 Seorang laki-laki / perempuan dapat 1/6. QS. 4/12
 Jika dua oarng atau lebih Lk/Pr dapat 1/3 ( bersekutu ) QS. 4/12
 Jika saudara seibu bersama saudara kandung maka ia berserikat dalam 1/3 QS. 4/12

11. ANAK LK DARI SAUDARA KANDUNG / keponakan
 Anak Lk dr Sdr Kdg dapat waris jika tidak ada : Anak Lk, Cucu Lk, Bapak, Kakek, Sdr Lk Kdg, Sdr Lk Sbpk, Sdr Pr Kdg / Sbpk yang jadi asobah bersama anak Pr / Cucu Pr.
الحقوا الفرائض باهلها فمابقي فهو لاولى رجل ذكر . رواه البخارى و مسلم .
Serahkanlah ahlinya yang berhak, maka sebagian –baigan itu kepada le3bihnya itu, adalah untuk laki-laki yang lebih hampir (kepada si mati). ( F : 19 )

12. ANAK LK DARI SAUDARA SEBAPAK / keponakan

 Anak Lk dr Sdr sebapak dapat waris jika tidak ada : Anak Lk, Cucu Lk, Bapak, Kakek, Sdr Lk Kdg, Sdr Lk Sbpk, Anak Sdr Lk Kdg, Sdr Pr Kdg / Sbpk yang jadi asobah bersama anak Pr / Cucu Pr.

الحقوا الفرائض باهلها فمابقي فهو لاولى رجل ذكر . رواه البخارى و مسلم .
 Serahkanlah ahlinya yang berhak, maka sebagian –baigan itu kepada le3bihnya itu, adalah untuk laki-laki yang lebih hampir (kepada si mati). ( F : 19 )

13. PAMAN SEKANDUNG

 Paman sekandung dapat waris jika tidak ada : Anak Lk, Cucu Lk, Bapak, Kakek, Sdr Lk Kdg, Sdr Lk Sbpk, Anak Sdr Lk Kdg, Anak Sdr Lk Sbpk, Sdr Pr Kdg / Sbpk yang jadi asobah bersama anak Pr / Cucu Pr.

الحقوا الفرائض باهلها فمابقي فهو لاولى رجل ذكر . رواه البخارى و مسلم .
 Serahkanlah ahlinya yang berhak, maka sebagian –baigan itu kepada le3bihnya itu, adalah untuk laki-laki yang lebih hampir (kepada si mati). ( F : 19 )

14. PAMAN SEBAPAK

 Paman sebapak dapat waris jika tidak ada : Anak Lk, Cucu Lk, Bapak, Kakek, Sdr Lk Kdg, Sdr Lk Sbpk, Anak Sdr Lk Kdg, Anak Sdr Lk Sbpk, Paman se-Kdg, Sdr Pr Kdg / Sbpk yang jadi asobah bersama anak Pr / Cucu Pr.

الحقوا الفرائض باهلها فمابقي فهو لاولى رجل ذكر . رواه البخارى و مسلم .
 Serahkanlah ahlinya yang berhak, maka sebagian –baigan itu kepada le3bihnya itu, adalah untuk laki-laki yang lebih hampir (kepada si mati). ( F : 19 )

 

15. ANAK PAMAN SEKANDUNG

 Anak Lk dr Sdr Kdg dapat waris jika tidak ada : Anak Lk, Cucu Lk, Bapak, Kakek, Sdr Lk Kdg, Sdr Lk Sbpk, Anak Sdr Lk Kdg, Anak Sdr Lk Sbpk, Paman se-Kdg, Paman se-Bpk, Sdr Pr Kdg / Sbpk yang jadi asobah bersama anak Pr / Cucu Pr.

الحقوا الفرائض باهلها فمابقي فهو لاولى رجل ذكر . رواه البخارى و مسلم .
 Serahkanlah ahlinya yang berhak, maka sebagian –baigan itu kepada le3bihnya itu, adalah untuk laki-laki yang lebih hampir (kepada si mati). ( F : 19 )

16. ANAK PAMAN SEBAPAK

 Anak Lk dr Sdr Kdg dapat waris jika tidak ada : Anak Lk, Cucu Lk, Bapak, Kakek, Sdr Lk Kdg, Sdr Lk Sbpk, Anak Sdr Lk Kdg, Anak Sdr Lk Sbpk, Paman se-Kdg, Paman se-Bpk, Anak Paman Se-Kdg, Sdr Pr Kdg / Sbpk yang jadi asobah bersama anak Pr / Cucu Pr.

الحقوا الفرائض باهلها فمابقي فهو لاولى رجل ذكر . رواه البخارى و مسلم .
 Serahkanlah ahlinya yang berhak, maka sebagian –baigan itu kepada le3bihnya itu, adalah untuk laki-laki yang lebih hampir (kepada si mati). ( F : 19 )

 

 
Al-Faraa’id : A. Hasan. Fa. Pustaka Progressif. Surabaya no : 23

Entry filed under: Fiqih. Tags: .

Faro’idh Warits Pembagian Harta Warist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Al-Manak

April 2014
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Asmaul Husna

Kategori


%d blogger menyukai ini: