Persiapkan Kader Ummat Muslim

April 22, 2014 at 3:08 am Tinggalkan komentar

PERSIAPKAN KADER UMMAT
Disampaikan pada : Ta’lim Syahriyyah Muslimat Niyabah Sukabumi, 20 April 2014
Tlp. 0858-7125-7992
Ta’lim Syahriyah Muslimat
Sukabumi, 20 April 2014

خذ العفو وأمر بالعرف وأعرض عن الجاهلين
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. QS. Al-A’Rof 7/199)
أفة العلم النسيان . وإضاعته أن تحدّث به غير اهله . رواه ابن ابى شيبة

Kata “ Maaf ” mudah dikata berat dipakta. Menasehati tuk memaafkan amatlah ringan, namun memaafkan memerlukan kekuatan iman. Kita sebagai hamba yang beriman harus meneladani sifat Allah Yang Maha Luas Permaafannya.
Permaafan Allah pun akan diberikan kepada orang yang suka memaafkan
Jadilah pemaaf, tentu akan dimaafkan.
Maka kita akan terhindar dari sifat Jahiliyyah (bodoh).

البرّ إذا عملت أحبّها قلبك ، وإذا عملت سيئة أبغضها قلبك . القول
والإثم ماحك فىصدرك وكرهت أن يطلع عليه الناس . الحديث

Kata ” Ma’ruf ” atau ” Kebaik ” adalah harapan setiap insan berakal. …… Namun
Tiada pengharapan tanpa penanaman.
Tiada pemanenan tanpa perawatan
Jadilah pembuat kebaikan, tentu akan menerima perlakuan baik

Kata ” Jahiliyah ” atau ” Kebodohan ” adalah suatu yang harus kita tinggalkan jauh-jauh………Namun
Tidaklah akan jauh kebodohan itu tanpa ke kesungguhan meninggalkannya
Tidaklah akan ada kesungguhan tanpa pembelajaran
tidaklah akan mau belajar tanpa ada rasa takut kepada Allah

Agar kita dapat memaafkan,
Agar kita dapat berlaku baik,
Agar kita dapat terhindar dari kebohan
Marilah kita perbaiki diri,
Marilah kita perbaiki keluarga
Marilah kita perbaiki lingkungan (Ummat)
Semuanya kita lakukan secara Berjama’ah dan bertahap serta kontinyu dalam prosesnya.

agar kita terhindar dari sifat kejahiliyyahan
1. Berpegang kepada tali Allah(Al Quran) dan Sunnah Rosulullah. dan mengamalkannya secara berjama’ah. QS. Ali Ilroon 103. QS. An Nisa 59. QS. Al Fath 10.
2. Meninggalkan perlakuan musyrik dalam ibadah.
ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت فمنهم من هدى الله ومنهم من حقت عليه الضلالة فسيروا في الأرض فانظروا كيف كان عاقبة المكذبين
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). QS 16 An Nahl 36.
Mujahid berkata :
” الطاغوت ” : الشيطان في صورة إنسان ، يتحاكمون .
“ Thoghut adalah Syetan dalam bentuk manusia yang didatangi untuk memutuskan perkara , dan ia menguasai urusan mereka ” Tafsir Ibnu Katsir.
Yang termasuk Thooghuut diantaranya adalah :
1. Syetan la’natullah QS. 36/60, 19/83, 2/257, 4/76
2. Peguasa yang dholim (menindas hak muslimin dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Rosulullah ) membiarkan kemusyrikan, kebid’ahan dalam ibadah kepada Allah. QS. 42/21
3. Hakim yang tidak berlandaskan kepada Al Quran dan Sunnah Rosulullah QS. Al Maidah 44, 4/60
4. Orang yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib QS. An Naml 65
5. Orang yang disembah(dipuja-puji) melebihi Allah dan Rosulullah QS. 21/29, 2/256, 4/51

رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : « إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِى قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ فَإِنْ زَادَ زَادَتْ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَهُ اللَّهُ فِى كِتَابِهِ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) ».

“Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan senoktah warna hitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah karat yang disebut-sebut Allah dalam ayat, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (HR Tarmidzi)

MEMBANGUN MASYARAKAT BERADAB
MENJEMPUT MASA DEPAN YG BAIK
IKHWAN-AKHWAT FILLAH
Kalaulah kita mau membaca kondisi ”Apa yang terjadi pada diri kita ”
Kalaulah kita mau mendengar berita ”Apa yang terjadi pada lingkungan kita ”
Kalaulah kita mau memikirkan hal-hal yang kita rasakan saat ini
Apa yang terjadi pada manusia dan lingkungannya ?…
Pembodohan, penjajahan generasi secara masal dan berjangka.
Masyarakat kita diberikan hayalan-hayalan duniawi
Sehingga mereka bersikap ” Hubbud Dunya Wa Karohiayatul Maut ” mereka cinta dunia dan takut mati. Mereka takut akan perjuangan,
Masyarakat kita dididik dengan pola yang tidak jujur dan tidak tawadhu’
Sehingga mereka meninggalkan akhlak ”adab sopan santun ” dan tidak takut akan siksa neraka
Masyarakat kita digiring kearah konsumtif
Sehingga mereka lupa untuk berinfaq dan zakat
Masyarakat kita digusur kearah kebebasan tanpa batas
Sehingga mereka lupa kewajiban-kewajibannya
Ketika suami sibuk dengan bekerja mencari harta. Istri pun ikut-ikutan sibuk mencari harta duniawi bahkan meninggalkan kewajiban kewajiban sebagai ibu rumahtangga. DIKARENAKAN HAYALAN DUNIAWI
Disadari atau tidak mereka telah menanamkan sikap ketidak jujuran dan ketidak tawadhu’an dalam kehidupan rumah tangga, dan sikap tersebut menular pada anak dan sanak keluarganya.
Disadari atau tidak kondisi rumahtangga telah menciptakan gambaran masyarakat secara luas yang dipenuhi dengan hayalan dunia, tidak ada kejujuran dan tidak ada ketawadhu’an, glamour dengan hidup konsumtif, berkarakter hidup yang bebas tanpa batas.
Sehingga mereka enggan ta’lim, mereka enggan menerima nashehat, tidak mau menerima teguran Allah, bahkan cenderung menyalahkan orang lain.

IKHWAN AKHWAT FILLAH
Marilah kita bangun kembali peradaban ummat Islam dengan berpacu memburu karunia dan maghfiroh Allah.
Mari kita hayati ( QS. 66 At Tahriim 6 ) ” Menjaga diri dan kelurga dari siksa neraka ”
Mari kita laksanakah kehidupan berjama’ah secara mikro dalam kehidupan rumahtangga, bertetangga dan bermasyarakat.
Mari kita tegakkan Islam, dalam satu wadah Jama’ah Muslimin / Khilafah ’Ala Minhajin Nubuwwah. Hingga kita termasuk Hizbullah(orang yang berpihak pada Allah).

IKHWAN AKHWAT FILLAH
Salah satu dari program menjaga diri dan keluarga dari siksa neraka adalah dengan tarbiyah yang berpola pada tarbiyah Rorulullah ( Shuffah).

Tujun Tarbiyyah tergambar dalam VISI dan MISI
VISI Tarbiyah :
Menjadikan mutarobbi seorang yang produktif dan mampu menerima tanggungjawab dakwah Khilafah ’Ala Minhajin Nubuwwah, dengan wawasan ilmiyyah dalam berbagai ilmu yang dibutuhkannya, serta mendukung potensi dan keterampilan setiap orang dalam produktifitas yang diperlukan dalam perjuangan Islam dan kaum muslimin secepat-cepatnya.
MISI Tarbiyah :
Mempersiapkan seorang da’i agar memiliki pengetahuan keislaman sesuai dengan kebutuhan diri, ummat, dan zaman. yang produktif, kreatif, inovatif, profesional dalam membangun masyarakat wahyu.

IKHWAN AKHWAT FILLAH
Konsep belajar akan optimal jika kebiasaan belajar yang dimiliki selalu : I Q R O
INQUIRY ( Penyelidikan )
QUESTION ( Bertanya )
REPEAT ( Mengulang )
ACTION ( Mengamalkan )
Konsep belajar akan sakinah jika proses belajar yang diterapkan selalu : F I K I R
FUN ( Suasana tenang )
IJTIHAD ( Inovasi )
KONSEP ( Metode )
IMAJINASI ( Mendalami )
RAPI ( Tertib )
Konsep belajar akan mendapatkan keistiqomahan jika menerapkan : D Z I K I R
DO’A ( Memohon kepada Allah )
ZIARAH ( Silaturrahmi )
IMAN ( Yakin )
KOMITMEN ( Tanggungjawab )
IKRAR ( Bai’at )
REALITAS ( Menerima Qodho & Qodar Allah )

IKHWAN AKHWAT FILLAH
Madrasah Al-Fatah hadir ditengah-tengah ummat guna mewujudkan VISI dan MISI Tarbiyah.

IKHWAN-AKHWAT FILLAH
Kalaulah kita perhatikan ayat-ayat Allah yang ada di alam dunia ini. Sungguh akan menghantarkan kita menjadi menusia yang penuh dengan dzikir kepada Allah.
Sebuah gambaran masyarakat yang sakinah, mawaddah, warohmah, telah terukir dalam sejarah kota madinah. Yang terpimpin oleh seorang kholifah ya’ni Nabi Muhammad dan dengan bimbingan syari’at Islam.
Masyaratakat madinah tidaklah terjadi dengan sendirinya, melainkan dengan perjuangan dan perngorbanan harta hingga penumpahan darah syuhada. Diatas dasar kukuatan Al Jama’ah dangn ikatan Bai’at. Nabi Muhammad membangun perdaban masayarakat yang berakhlakul karimah, tegas dan bijaksana. Dan dilanjutkan oleh khulafaurrusyidin al mahdiyyin(Abu bakar, Umar, Umar, dan Ali). Namun setelahnya ummat Islam kembali mengalami kemerosotan-kemerosotan dalam bidang akhlak, seingga meruntuhkan bangunan Jama’ah, Imamah, dan bai’at. Perubahan kearah yang negatif merupakan akibat pola pikir yang picik ” Hubbud Dunya Wa Karohiyatul Maut ”
Keterpurukan ummat Islam mengakibatkan klaim yang negatip terhadap Islam itu sendiri, dengan bahasa ” Islam Agama yang kasar, arogan hingga kalimat terorisme ” hal ini disebabkan oleh hancurnya kondisi sosiologis ummat Islam (Imamah wal Ukhuwwah Islamiyyah ) karena ummat Islam tidak sadar kalau malaksanakan syari’at Islam dengan kotak-kotak kesukuan (Ashobiyah) Kepartaian(Polotik) karena mereka telah terjebak dalam pola yang tidak dicontohkan oleh Rosulullah. Dan melanggar Al-Quran ( QS. Ali Imron 103, An Nisa 59).
IKHWAN-AKHWAT FILLAH
Yakinlah Islam akan tetap jaya
Yakinlah dengan syari’at Islam kita akan mendapatkan kemenangan.
Kalau kita perhatikan, sejarah telah menjawabnya, bahwa kemenangan Para Nabiyullah karena mereka menggunakan syari’at yang diwahyukan oleh Allah. Kalau kejayaan yang diperoleh oleh kholifah yang empat(Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali) karena mereka berpegang teguh pada sunnah Rosulullah. Dan sebaliknya. Kemerosotan yang terjadi setelahnya dikarenakan hilangnya nilai-nilai Islam terutama ” Jama’ah, Imamah, dan Bai’at ” dalam proses penegakkan Ulim Amri(Qs An Nisa 59).
Terutama saat ini ummat Islam beralih konsep bahwa Ulil Amri diterjemahkan, diidentikkan dengan kepemimpinan politik suatu negara yang berdasarkan bukan pada Al-Quran dan sunnah Rosulullah. Jelasnya ini adalah kesalahan / kemusyrikan yang besar (QS. 30 Ar Ruum 30-32)
Sementara orang-orang non muslim berbalik arah, mereka meninggalkan ajaran nenek moyangnya dan mulai mempelajari kemudian mempraktekkan ajaran Islam, sehingga mereka mengalami kemajuan, dan meraih kemenangan atas kaum muslimin, dan jadilah kita saat ini dengan tidak terasa telah terjajah secara konsep keilmuan, dalam bidang ekonomi, teknologi dan dalam seluruh kehidupan kita menjadi terbelakang.
Akibatnya dunia muslimin menjadi suram-buram, susah untuk membedakan antara yang haq dengan bathil, halal-haram, baik-buruk, boleh-tidak. Yang akhirnya kita terjebak dalam perbuatan nista dengan tidak merasa berdosa. NA’UDZUBILLAHI MIN DZALIK.

IKHWAN AKHWAT FILLAH
Marilah kita bangun kembali peradaban ummat Islam dengan berpacu memburu karunia dan maghfiroh Allah.
Mari kita hayati ( QS. 66 At Tahriim 6 ) ” Menjaga diri dan kelurga dari siksa neraka ”
Mari kita laksanakah kehidupan berjama’ah secara mikro dalam kehidupan rumahtangga, bertetangga dan bermasyarakat.
Mari kita tegakkan sistem Jama’ah-Imamah dengan bai’at, dalam satu wadah Jama’ah Muslimin / Khilafah ’Ala Minhajin Nubuwwah. Hingga kita termasuk Hizbullah(orang yang berpihak pada Allah).

 

IKHWAN AKHWAT FILLAH( kutipan dari Risalah Al-Jama’ah no.06/th.II/2000 )
Bersumber pada QS. 3/102-103. QS. 4/59. QS. 8/73, dan hadits shohih riwayat Ahmad dan Baihaqi dari Nu’man bin Basyir. HSR. Bukhori dan Muslim dari Hudzaifah bin Yaman :
Menela’ah wacana pemikiran serta rencana penyelenggaraan Kongres Mujahidin 1 yang bertujuan untuk membangun visi dan misi perjuangan, kesatuan shof, istitusi, serta tegakknya satu kepemimpinan bagi Mujahidin, Jama’ah Muslimin(Hizbullah) menyampaikan taushiyahnya sebagai berikut :
1. Muslimin hendaknya menghindari cara-cara yang tidak terpimpin wahyu Allah, yaitu mengolah persoalan atau permasalah yang dihadapi dengan akal pikirannya lebih dahulu. Dalam melihat, meneliti, menelaah, menimbang, menanggapi dan menjawab masalah yang dihadapi hendaknya senantiasa mendahulukan Allah dan Rosulullah ( QS. An Nisa 59, Al Ahzab 36, dan AL Hujurot 1).
2. Dalam mensikapi setiap perbedaan pandangan atau pemahaman agar dilakukan dengan hikmah dan penuh tawadhu’(saling menghargai), hingga tetap dapat menjaga persaudaraan serta menumbuhkan rasa kasih sayang yang semakin kental diantara mereka ( QS. Al-Fath 29 )
3. Agat terhindar dari jebakan perangkap konspirasi musuh-musuh yang berniat menghancurkan kekuatan ummat Islam, maka diharapkan kita dapat menyatukan barisan dalam menghadapinya dan tidak berpecah belah ( QS. Ali Imron 103 ) serta tidak berbantah-bantahan yang akan memperlemah kekuatan ukhuwwah diantara sesama Muslimin ( QS. Al- Anfal 46 ).
4. Bercermin pada perjalanan sejarah, bahwa upaya penegakkan khilafah melalui jalur politik, diluar Al-Quran dan Sunnah, telah menimbulkan berbagai fitnah dan saling bunuh diantara sesama muslimin sendiri, sebagaimana terjadi pasca kepemimpinan empat kholifah pertama(masa mulkan) hingga khir dinasti Turki Utsmani(1924 M ). Oleh karena itu harus ada upaya introspeksi total dan kembali sepenuhnya kepada tuntuna Allah dan Rosul-Nya. Dengan mengambil teladan pengalaman khilafah pada masa khulafaur Rosyidin Al-Mahdiyyin ( HSR. Ahmad, musnad Ahmad juz 4 hal.126-127). Atau sebagaimana dimaksud HSR.Ahmad dan Baihaqi dari Nu’man bin Basyir, dalam Misykatul Mashobih hal.461, yang didefinisikan Rosulullah dengan ” Khilafah ’Ala Minhajin Nubuwwah ”.
5. Khilafah ’Ala Minhajin Nubuwwah sudah ditetapi dan dimaklumatkan di Gedung Adhuc Staat(Bappenas) Jakarta, sejak 10 Dzulhijjah 1372 H.( 20 Agustus 1953 M ) dalam wujud jama’ah Muslimin (Hizbullah) dengan dibai’atnya Dr. Syekh Wali Al Fattaah sebagai Imaam.
6. Tidak dibenarkan secara syar’i, apabila dalam satu kurun ada dua atau lebih pembai’atan Khilafah ’Ala Minhajin Nubuwwah ( Shohih Bukhori, kitab Bad’ul kholqi juz 4 hal 206 ).

Demikianlah taushiyah ini disampaikan untuk dipahami dan ditaati karena Allah Shubhanahu wata’ala semata.

Entry filed under: Akhlaq, Aqidah, Bai'at, Imamah. Tags: .

Tegakkan Tugas Kerosulan Ilmu Waris Faro’idh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Al-Manak

April 2014
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Asmaul Husna

Kategori


%d blogger menyukai ini: