SHABAR

Januari 15, 2011 at 4:14 pm Tinggalkan komentar

SHABAR

Salah satu hikmah shaum di bulan Ramadhan adalah membentuk jiwa shabar. Betapa tidak, meskipun kita sedang di tengah terik matahari dan merasa kehausan, kita dilatih untuk tetap shabar menahan diri untuk tidak minum, walaupun ada segelas air di dekat kita, bahkan tidak ada seorang manusiapun yang melihat kita.

Berbicara tentang shabar, para ulama membagi shabar ini menjadi 3, yaitu:

1.       Shabar dalam menjalankan kethaatan kepada Allah;

2.       Shabar untuk menjauhi kemaksiatan;

3.       Shabar dalam menghadapi musibah.

Bentuk shabar yang kita laksanakan dalam menjalankan shaum ini adalah keshabaran dalam menjalankan kethaatan kepada Allah dan shabar dalam menjauhi kemaksiatan.

Pertama, shabar dalam menjalankan kethaatan.

Shaum yang kita laksanakan di bulan ramadhan ini akan diterima oleh allah SWT kalau niatnya semata-mata untuk melaksanakan ketaatan atas perintah Allah, karena pengertian shaum menurut syar’i adalah:

Yang artinya menahan diri dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dari makan, minum, dan berhubungan suami isteri dengan niat ibadah kepada Allah.

Dalam shaum Ramadhan kali inipun kita harus meniatkan shaum kita untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah, yaitu menthaati perintah Allah yang tertera di dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang bunyinya:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu shaum sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Dengan adanya niat yang kuat karena Allah SWT, kita akan tetap shabar mempertahankan shaum kita walaupun ujian dan cobaan menghampiri kita. Misalnya ketika kita shaum, teman-teman kita mengajak untuk membatalkan shaum kita, kita tetap bertahan untuk thaat kepada Allah menjalankan shaum sampai tuntas.

Atau di waktu dini hari, ketika kita lagi enak-enaknya tidur, apalagi di tengah suhu udara yang dingin, kita mau bershabar untuk melawan rasa kantuk kita untuk melaksanakan sahur.

Jadi, dengan shaum ini kita dilatih untuk tetap sabar menjalankan kethaatan kepada Allah apapun resiko dan tantangannya karena kita mengharapkan ridho dan rahmat dari-Nya.

Kedua, shabar untuk menjauhi kemaksiatan

Sesungguhnya, shaum itu bukan sekedar untuk menahan diri dari makan dan minum saja, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT (kemaksiatan).

Karena kalau kita hanya menahan diri dari makan dan minum saja, bisa jadi shaum kita hampa tidak membuahkan apa-apa, hanya menggugurkan kewajiban saja. Hal ini sebagaimana telah disabdakan oleh Rosulullah SAW dalam haditsnya:

Artinya:”Betapa banyak orang yang melaksanakan shaum, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari shaumnya kecuali hanya lapar dan dahaga saja.”

Hadits ini mengisyaratkan kepada kita, bahwa banyak orang yang melaksanakan shaum, tetapi tidak mendapatkan pahala disisi Allah, karena bisa jadi shaumnya hanya menahan diri dari makan dan minum saja, tetapi tidak menghindarkan diri dari perbuatan maksiat, istilahnya STMJ (Shaum Terus maksiat jalan).

Sungguh merugi apabila kita tergolongkan orang seperti itu. Betapa tidak, kita sudah bersusah payah lapar dan dahaga, tetapi tidak dapat pahala disisi Allah!

Oleh karena itu, mari kita sempurnakan shaum kita dengan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.

Misalnya di bulan ramadhan ini kita berlatih untuk tidak melawan kepada orang tua dan selalu patuh akan nasehat dan perintahnya, selam perintah orang tua kita tidak bertentangan dengan perintah Allah dan Rosul-Nya, karena melawan kepada orang tua termasuk dosa besar. Kita yang masih terbiasa berkata kasar kepada orang tua, mari kita bershabar dan menahan diri untuk tidak berkata kasar lagi, apalagi sampai menjelek-jelekan orang tua kita dengan menjelek-jelekan orang tua teman kita, karena ketika kita menjelek-jelekan atau mengata-ngatain orang tua teman kita, itu sama saja dengan menjelek-jelekan orang tua kita sendiri, dan itu termasuk dosa besar, na’udzubillahi min dzalik!

Selain itu, kita juga besrhabar untuk menahan mata kita dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT, seperti melihat aurat orang lain, baik secara langsung ataupun melalui media, baik gambar ataupun video. Oleh karena itu, sebuah langkah yang sangat positif, pemerintah melalui Kementrian Informasi dan Komunikasi telah memblokir situs-situs porno yang ada di internet.

Bentuk shabar lainnya dalam menjauhkan diri dari kemaksiatan yaitu bershabar diri menjaga lisan kita dari kata-kata yang dapat menyakiti dan melukai hati orang lain, juga bershabar diri untuk tidak membicarakan aib orang lain (ghibah, menggunjing, gosip), karena perbuatan tesebut adalah perbuatan yang sangat keji dan tercela, bahkan diibaratkan bagaikan memakan daging bangkai saudaranya, menjijikkan sekali!

Oleh karena itu, kita harus mendukung fatwa MUI yang mengharamkan acara-acara infotainment yang isinya hanya membongkar aib orang lain di depan umum.

Jika kita mampu membentuk jia shabar dengan shaum kita ini, maka beruntunglah kita, karena orang yang shabar mendapatkan derajat yang sangat mulia, yaitu kasih sayang Allah akan senatiasa menyertainya, Innalloha ma’as shoobiriiin.

Semoga, Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang shabar…

Entry filed under: Akhlaq. Tags: .

EMPAT LANGKAH SEBELUM PERSIAPKAN KADER Halal & Haram

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Al-Manak

Januari 2011
S S R K J S M
« Apr   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Asmaul Husna

Kategori


%d blogger menyukai ini: