EMPAT LANGKAH SEBELUM PERSIAPKAN KADER

April 28, 2010 at 1:30 am Tinggalkan komentar

EMPAT LANGKAH SEBELUM PERSIAPKAN KADER

Landasan :

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya.

Jagalah diri dan keluarga dari siksa api neraka.

Hendaklah takut akan meninggalkan generasi yang lemah(lemah ‘Aqidahnya, ‘Ilmunya, Hartanya).

Berhati-hatilah terhadap generasi yang meninggalkan sholat dan senantiasa mengikuti hawa nafsunya.

Janganlah kalian mati melainkan kematian kalian dalam kondisi berserah diri kepada Allah(berada dalam pengamalan Al-Quran dan sunnah Rosulullah), dengan satu ikatan bai’at dalam satu jama’ah imamah.

Bertafakurlah terhadap ayat-ayat Allah, diantaranya : QS. Ali Imron ayat 100-110, At-Tahrim ayat 6, An-Nisa ayat 9, Maryam ayat 59

4 hal yang harus diperhatikan dalam kaderisasi, yaitu :


Niat Yang Lurus sampai akhirat. Kemudian diiringi dengan kalimat Basmalah, seperti dicontohkan oleh Nabi Sulaiman :

Kalimat Basmalah(Qs. An-Naml 30. merupakan dasar pijakan yang kuat menuju perbaikan hidupnya yang menghasilkan niat dan amal yang ikhlas, sebuah perasaan seorang hamba bahwa hidupnya senantiasa bersama-sama Allah Yang Maha Mengawasinya.

1. Kalimat Basmalah merupakan lang

Untuk menetapkan niat yang baik tentu kita harus menanamkan keyakinan, kekuatan aqidah dari pengaruh syetan.(QS. An-Nahl ayat 98.

فإذا قرأت القرآن فاستعذ بالله من الشيطان الرجيم

Ketika kita akan membaca, atau mengamalkan Al-Quran hendaknya melindungi diri dari hal-hal yang berhubungan dengan syetan la’natullah, syetan yang kerjanya memberikan kewaswasan dalam hati manusia, baik syetan dari bangsa Jin atau pun syetan dari bangsa manusia.

Dalam artian yang lebih luas adalah membentengi segala keyakinan, uacapan, dan tindakan diri dengan Allah Yang Maha Tunggal, Maha Kuasa, Maha Tempat bergantungnya semua makhluk.

Tiada yang dapat mengalahkan-Nya. Dan dengan segala kasih-sayang serta bimbingan-Nya kita akan selamat dari pengaruh syethan, untuk meninggalkan segala ajakannya.

Kalimat Ta’awudz merupakan satu langkah ke depan menjauhi dan meninggalkan kemaksiatan kepada Allah, menuju ketha’atan, menuju kemashlahatan dunia kah ke-2 menuju ridho Allah dan menjauhi langkah syetan. Dan kalimat Basmalah tersebut harus dibaca, dituliskan sebagai dasar niat sebuah perbuatan sehari-hari.

Selanjutnya  adalah kalimat Syahaadatain, yaitu :

Sebuah persaksian seorang hamba atas keyakinan(aqidah) merupakan wujud kepasrahan dirinya setelah melalui proses Ta’awudz perlindingan diri dari syetan, dan proses Basmalah melangkah menuju ridho Allah.

Demikian ia akan pasrah berada dibawah aturan Allah dan sunnah Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam. Dengan keyakinan “Tiada perundang-undangan yang lebih baik selain Undang-Undang dari Allah” tidak mencampurkan pelaturan Allah dengan pelaturan hasil buatan manusia.

Proses Ta’awudz, Basmalah, Syahaadatain, akan menghasilkan perlindungan diri dan lingkungannya dari adzab api neraka. Dalam artian seseorang akan berusaha menjadi hamba yang penuh dengan cinta dan kasih-sayang terhadap sesama dan lingkungannya, dan  menciptakan keselamatan bersama-sama menuju keselamatan hakiki(akhirat).   (At-Tahrim ayat 6.

Dan dengan sebuah keyakinan bahwa setiap yang kita lakukan akan mendapat pertanggungjawaban di hadapan Allah.

كلكم راع وكلكم مسئول عن راعيته   ……. الحـديث .

Kalimat Ta’awudz dan Basmalah bagaikan rel kereta, salah satu dari padanya tidak dapat dipisahkan, begitu juga dengan Syahadatain, antara Al-Quran dan Sunnah Rosulullah tidak bisa dipisahkan dalam pelaksanaannya. Jika terjadi pemisahan dari keduanya akan terjadi kerusakan dibumi ini dan mendapatkan adzab dari Allah. Na’udzubillahi Min Dzaalik.

2. Perencanaan Yang Tepat

Sebuah rencana, tujuan dan harapan (QS. Al-Hasyr ayat 18. merupakan motivasi hidup, betapa pun kita berada pada rel Ta’awudz dan Basmalah, atau berada pada rel Syahaadatain langkah hidup nya akan lemas, tiada rasa bersaing atau kurang bergairah dalam fastabiqul Khoiroot (Al-Baqoroh 148.

Lihatlah jauh ke depan, perhatikan kehidupan kita setelah kehidupan di dunia ini, yaitu kehidupan akhirat, namun janganlah kita melupakan nasib kehidupan di dunia ini, (Qs. Al-Qoshosh ayat 77. Karena dunia sebagai ladang beramal yang akan dipanen kelak, Rosulullah bersabda :

إعمل لدنياك كانّك تعيش ابدا واعـمل لأخرتك كانّك تموت غذا     * الحديث .

Berusahalah untuk kehidupan dunia mu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya, dan beramallah untuk bekal diakhirat mu seakan-akan kamu akan mati esok hari

  1. 3. Perombakan Yang Maksimal

Betapa pun kita lapar, tapi enggan makan tentu tidak akan kenyang sekali pun makanan ada di depan mata. Niat yang baik tanpa amal yang baik tidak akan menghasilkan ridho Allah. Niat untuk bertaubat tidak akan menghasilkan pengampunan dari Allah tanpa adanya perubahan. (Qs. Al-Anfal ayat 53 & Arro’d ayat 11.

Ucapan Ta’awudz, Basmalah, dan Syahaadatain tidak akan menjauhkan diri kita dari siksa neraka manakala perbuatan kita belum beralih menuju ma’na taqorrub kepada Allah.

Keselamatan, kebahagiaan tidak akan didapatkan jika hidup kita masih bercamur kemaksiatan, jika masih mencampurkan antara yang hak dengan yang bathil, jika masih bertahkim kepada hukum selain hukum Allah dan di luar sunnah Rosulullah.

4. Ikhlash Dalam Beramal

Setelah menancapkan niat, merombak dan membangun jiwa untuk mengukuhkan amal sholeh, maka haruslah diiringi dengan ikhlash kepada Allah.

Segala persembahan amal sholeh, berupa harta dan jiwa, tidak akan sampai kehadapan Allah manakala tidak diiringi dengan keimanan, ketaqwaan dan keikhlasan untuk mendapatkan ridho Allah. ( Qs. Al-Hajj ayat 37.  & Al-Bayyinah ayat 5.

(NN)

DO’A QUNUT NAZILAH

Imaamul Muslimin (Jama’ah Muslimin)

Mengimarohkan agar setiap muslim membacakan do’a Qunut Nazilah pada setiap kesempatan sholat.

اَللّـَهُـمَّ انْج ِ الْمُسْلِمِيْنَ . اَللّـَهُـمَّ انْج ِ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى بِلاَدِ الْعِرَاق ِ وَفَلَسْطِيْنَ وَاَفْغَانِسْتََان ِ وَلُبْنَانَ خَاصَّةً وَفِى بُلْدَان ِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَامَّةً . اَللّـَهُمَّ اشْدُدْ وَطْأ َتَكَ عَلَى كُفَّار ِ أمِيْر ِكَ وَيَهُوْدِ إسْرَائِيْلَ وَشُرَكَائِهِمْ . اللّـَهُمَّ اهْـزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ وَشَطّـِطْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ .

Ya Allah selamatkanlah ummat Islam dan orang-orang beriman, khususnya di Irak, Palestina, Afghanistan, dan Libanon. Dan umumnya di Negri-negri orang-orang beriman.

Ya Allah Keraskanlah pijakan Mu atas orang-orang kafir Amerika dan Yahudi Israil(Zionis) serta sekutu mereka.

Ya Allah kalahkanlah mereka, goncangkalah mereka, hancurkanlah kekuatan mereka dan cerai beraikanlah kesatuan mereka. ”

Entry filed under: Akhlaq, Aqidah. Tags: .

11 KIAT – ULUL ALBAB SHABAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Al-Manak

April 2010
S S R K J S M
« Mar   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Asmaul Husna

Kategori


%d blogger menyukai ini: