SENI IMAN BERGERAK DENGAN CINTA .1

Maret 4, 2010 at 3:47 am Tinggalkan komentar

SENI IMAN BERGERAK DENGAN CINTA .1

( na.azzamy@yahoo.co.id)

  1. Ketika suatu masalah sudah ada didepan mata, maka lihatlah suatu yang benar ( yang hak itu adalah hak dan yang bathil itu adalah bathil), firman Allah :

Agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya ”. QS. 8 /Al-Anfal ayat ke-8.

Kemudian timbulkan rasa cinta dengan penuh keimanan, yakinkan Allah beserta orang-orang yang benar dan pasti akan menang, firman Allah :

Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap ”. QS.17/Al-Isro ayat ke-81.

Dengan cintanya terhadap keimanan maka Allah akan menghiasi / memperindah hati dengan iman itu dan akan membenci pada hal kekufuran, kefasikan, dan pada kedurhakaan yang akan menimbulkan fitnah pada diri kita, dan dengan cintanya pada keimanan kita akan tetap terbimbing dalam jalan yang lurus / pada petunjuk Allah, lihat

dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus “ .QS.49/Al-Hujurot ayat ke-7.

  1. Ketika orang tua, saudara, kerabat, bahkan seorang ‘Ulama pun memberikan cintanya pada kita sepenuh hati, mereka berusaha membawa kita pada jalan yang benar. Tetapi jika kita tidak memiliki rasa cinta pada apa yang mereka berikan (bimbingan/petunjuk) itu, maka tidaklah akan didapatkannya, firman Allah : “ Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk ”. QS.28/Al-Qoshosh ayat ke-56.

Maka tanamkanlah rasa cinta

Jujurlah pada hati nurani

Jika kecintaan kita pada selain Allah melebihi cintanya kepada Allah dan Rosul-Nya, maka hal itu akan melalaikan dari kewajiban untuk beribadah kepada-Nya. “ Maka ia berkata: “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan”. QS. 38/Shod ayat 32.

Kecintaan pada selain Allah sifatnya sementara, karena kita dan yang kita cintai itu akan rusak, sementara Allah sifatnya langgeng, “ ketika malam telah gelap, Dia melihat sebuah bintang (lalu) Dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam Dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”QS.6/Al-An’am ayat ke-76.

  1. Jika kita mencintai sesuatu maka lihatlah dengan kacamata iman ( Cinta tanpa iman adalah buta, dan iman tanpa cinta adalah lemah ), firman Allah : “…..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui ”. QS.2/ Al-Baqoroh ayat 216.
  1. Keimanan akan tumbuh bergandengan dengan cinta yang dimilikinya. Orang yang tidak memiliki rasa cinta pasti tidak memiliki pergerakan, tidak pernah mau berbuat, dan tidak memiliki motivasi hidup untuk hidup.

Dengan cintanya pada Allah ia akan bergerak melakukan hal yang disukai Allah dan meninggalkan hal yang dibenci oleh Allah. “ Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. QS. 2/Ali Imron ayat ke-31.

Kecintaan akan mendorong seseorang untuk melakukan hal secara reflek walaupun secara perhitungan fisik tidak akan mungkin dilakukannya, itulah kekuatan cinta. Maka dampingi cinta kita dengan keimanan agar mencapai sesuatu nilai yang tertinggi. “ Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya ”. QS.3/Ali-Imronayat ke-92.

  1. Rasa Cinta akan menghasilkan sikap keras dan lembut, sikap keras sebagai perlindungan terhadap keimanan yang kita cintai dan sikap lembut sebagai wujud berbaurnya (perpaduan iman dan cinta) dua perasaan yang sama. ”Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui “ . Al-Maidah ayat : 54.
  1. Ketika cinta teradap keimanan kurang maksimal akan menggelincirkan kehidupan kita kepada hidup yang penuh dengan bayangan : “ Katakanlah,! … “Jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik “ . At-Taubah ayat : 24.
  1. An-Nahl ayat : 107. yang demikian itu disebabkan karena Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
  2. Al-Hujurot ayat : 7. dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
  3. Al-Fajr ayat : 20. dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

10.  Al-‘Adiyat ayat : 8. dan Sesungguhnya Dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta[1597]. [1597] Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa maksud ayat ini Ialah: manusia itu sangat kuat cintanya kepada harta sehingga ia menjadi bakhil.

Entry filed under: Aqidah, Tafsir. Tags: .

BERSIH ITU FITRAH Laksanakanlah Islam secara Kaaffah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Al-Manak

Maret 2010
S S R K J S M
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Asmaul Husna

Kategori


%d blogger menyukai ini: