BERSIH ITU FITRAH

Maret 4, 2010 at 2:56 am Tinggalkan komentar

BERSIH ITU FITRAH (na.azzamy@yahoo.co.id ) Bdg.12/11/2007)

Puji syukur kepada Allah yang telah melimpahkan pada ku seorang istri yang baik dengan penuh perhatian, dan Engkau(Allah) telah mempercayai kepada kami tiga orang anak.

Ya Allah berikanlah kemudahan untuk membinanya sesuai harapan dari pemberian nama dari kami (Sayyid Saabiq Al-Haq(lk):Seorang pemburu kebenaran, Sayyida Hurul ‘Aqila(pr): Seorang bidadari yang cerdik, dan Sayyid Ghoozi Al-‘Azamy(lk): Seorang pejuang yang dinantikan. Abi selalu berdo’a untuk kalian dengan penuh cinta .

Semoga kalian dapat memberikan perwujudan akhlakul karimah yang beruswah kepada Rosulullah serta para shahabatnya. Amiin.

Sebagai rasa cinta Abi tuangkan dalam rangkaian kata-kata semoga menjadi bekal dan dasar hidup kalian.  Abi wariskan sebuah catatan hasil renungan selama dalam perjalanan hidup ini. Semoga dapat mengambil manfaat dari yang baik-baiknya.

Teruntuk istriku “sayang”.

Dalam kondisi tak berpakaian, bibit atau benih manusia telah Allah campurkan antara benih jenis laki-laki dan benih jenis perempuan, dari sel sperma dan sel telur hingga menjadi bentuk wujud manusia. QS. 23 Al-Mukminun ayat 14.

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS.23/14).

Coba perhatikan juga ayat-ayat Al Quran berikut ini : QS. 4/38, 4/16, 96/3, 22/5, 15/26, 55/14. semuanya menceritakan asal mula kejadian kita(manusia). Sebagai bahan renungan.

Dalam kondisi tak berpakaian pula seorang anak terlahir dari alam rahim ke alam dunia ini. Dengan hentakan kaget dan bertasbih karena merasakan alam yang begitu luas, seorang bayi itu menghentakkan kalimat tasbih kepada Allah dengan kerasnya : “Eaa…” “Eaa…” “Eaa…”. Ia terlahir tidak membawa atribut dunia(pakaian) melainkan hanya membawa sebuah kalimat tauhid kepada penciptanya(Allah). QS. 7 Al-A’rof ayat 172.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau adalah Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” QS.7 Al-A’rof 172.

Setelah lahir ke alam dunia ini manusia diperkenalkan dengan berbagai atribut dunia , dari mulai popok dampai politik. Semua itu adalah atribut dan perhiasan duniawi yang bersifat sementara, dan tidak akan dibawa kehadapan Allah setelah kehidupan ini(mati).

Dalam kondisi hanya berlapiskan kain kapan  dan kapas, seorang yang telah mati menghadap kepada Allah, kekayaan yang berlimpah, anak bauh yang banyak, jabatan dan kedudukan yang tinggi tidaklah akan dibawanya. Hidup adalah pengembaraan seorang hamba Allah untuk beribadah kepada-Nya.

Setelah kehidupan ini dan berpindah pada kehidupan baru. Allah hidupkan kembali di alam barzah(kubur), dan kelak Allah bangunkan kembali untuk berkumpul di padang makhsyar untuk menjalani perhitungan amal selama hidup di dunia. Dan Allah akan memberikan balasan dari semua amalan masing-masing. QS. 17/13-14.

Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.

QS. 17 Al-Isro ayat 13

Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.

QS. 17 Al-Isro ayat 14 

Wahai istri dan anak-anak ku “sayang”.

Ingatlah kematian !…… dengan cara :

  1. Syukuri ni’mat yang Allah telah berikan dengan wujud dipergunakan untuk beribdah kepada-Nya, pergunakan untuk berjuang mempertahankan keimanan, dan untuk memperjuangkan Islam dan kaum muslimin.
  2. Berdo’alah kepada Allah, teruslah berjuang dalam meraih sukses di dunia sampai kematian tiba tentunya dengan ridho Allah agar selamat di akhirat kelak.
  3. Bershabarlah dan bertawakallah kepada Allah atas segala cobaan dan beban hidup ini, karena shabar adalah pintu dan jalan untuk mencapai keridhoaan Allah, karena dengan demikian pintu rahmat dan karunia Allah akan dibukakan bagi orang yang shabar. Amin. QS.29/2.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? QS. 29 Al-Ankabut ayat 2

Wahai istri dan anak-anak ku “sayang”.

  1. Kita terlahir dalam kondisi fitrah, bersih, maka perhatikanlah kebersihan itu.
  2. Jagalah kebersihan iman kita QS. 7 Al A’rof ayat 172, jangan kau kotori dengan ria atau syirik.
  3. Jagalah amal ibadah kita jangan kau campuri dengan bid’ah.
  4. Jagalah hubungan social kita, jangan kau nodai  dengan prilaku bejad.
  5. Tampillah di bumi Allah ini dengan merendah diri, bertutur kata yang baik dan berakhlakul karimah.
  6. Tebarkanlah salam. Berkasih sayang terhadap sesama makhul Allah, tapi jangan kau berikan tolelir terhadap kemungkaran.
  7. Tegakkan amar ma’ruf dan wujudkan nahi munkar
  8. Mohonlah ampun kepada Allah, dan minta maaflah kepada sesama makhluk Allah (manusia).

Wahai istri dan anak-anak ku “sayang”.

Perhatikanlah firman Allah dalam Al-Quran. Dan yakinkanlah hati kepada Allah.

Bahwa Allah tidak akan membebankan suatu beban kecuali kita mampu untuk menerimanya QS. 2 / 286.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” QS. Al-Baqroh ayat 286

Ingat !…. Syaratnya adalah : Iman, Shabar, dan Syukur.

Janganlah kalian terperdaya oleh gemerlapnya kehidupan dunia yang pana, cepat sirna. Cukupkanlah jiwa kita bahwa materi dunia sebagai sarana beribadah kepada Allah.

Wahai istri dan anak-anak ku “sayang”.

  1. Seberapa banyak amal sholeh kita untuk membeli surganya Allah
  2. Seberapa banyak kita membuang dosa agar terhindar dari api neraka.
  3. Wahai istri ku sayang, engkua adalah “Al Ummu Tarbiyatul Ula ” seorang ibu adalah pendidik pertama yang akan memberikan bekal untuk anaknya sehingga ia hidup dimasanya dengan baik. Maka berikanlah pada anak-anak pelajaran dan contoh yang baik. Berikanlah pendidikan Al-Quran. Hafalkan Al-Quran. Dan tanamkan jiwa yang kokoh dalam perjuangan Islam dan muslimin.

Wahai istri ku “sayang”.

Aku yakin engkaulah yang akan bisa memberikan aqidah yang kuat pada anak-anak kita. Janganlah engkau biarkan mereka terbawa budaya mesyarakat yang jahil(bodoh) terhadap akhlak Rosulullah.

Wahai istri ku “sayang”

Aku amanatkan :

  1. Jagalah diri dan keluarga (anak-anak) dari segala yang mengarah terjerumusnya pada api neraka. QS. Al Hasr ayat 6.
  2. Jagalah anak-anak kita, berikan pada mereka motivasi perjuangan Islam dan pembekalan terhadap kaum dhu’afa dan kaum muslimin.
  3. Ingatlah fitrah kita awalnya suci, maka kembalilah kepada Allah dengan kondisi fitrah pula.
  4. Janganlah kita merasa kuat karena kita berasal dari benda yang lemah.
  5. Janganlah kita merasa kaya  karena kita berasal dari yang tidak punya apa-apa.
  6. Janganlah kita mesara bangga dengan kedudukan dan kekayaan karena kita berasal dari air yang hina.
  7. Ingatlah bahwa kita akan kembali kepada Allah dengan tidak membawa harta kecuali kain kafan dan kafas, tidak membawa kedudukan selain gelar iman atau kafir, tidak membawa kekuatan banyaknya pengikut(anak buah) karena kita akan dimintai pertanggungjawaban masing-masing.

Ingatlah umur kita berkurang dan kematian terus mendekati.

Entry filed under: Aqidah. Tags: .

KONDISI MANUSIA DI HADAPAN ALLAH dan ROSULULLAH SENI IMAN BERGERAK DENGAN CINTA .1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Al-Manak

Maret 2010
S S R K J S M
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Asmaul Husna

Kategori


%d blogger menyukai ini: