Air diatas api

Maret 3, 2010 at 12:19 am 1 komentar

AIR DIATAS API (na.azzamy@yahoo.Co.id ) 02662528855

Sesuatu yang indah namun dibalik keindahan itu adalah suatu kondisi yang akan membawa kehancuran

Sesuatu yang membuat tergiur namun dibalik itu adalah suatu kondisi yang akan membosankan

Sesuatu yang menyenangkan namun dibalik itu adalah sesuatu yang menyakitkan

Semuanya itu ada di alam yang kita sekarang ada didalamnya, di dunia inilah semua hal yang indah, menggiurkan, dan menyenangkan namun akan menemui kenistaan kelak diakhirat.

Jika tidak memanfaatkannya sesuai dengan yang memiliki semuanya itu(Allah).

Ketika seseorang enggan berlari dalam mencapai suatu target tujuan.

Coba berikan seekor anjing untuk mengejarnya, pasti ia akan berlari dengan sekuat tenaganya dan akan mencapai target tujuan sebelum waktu yang ditentukan.

Ketika seseorang enggan memburu suatu yang menguntungkan dunia dan akhirat.

Coba berikan gambaran siksa dari Allah di dunia dan siksa neraka diakhirat kelak.

Perhatikan Al-Quran surat An-Nisa ayat 59.

Wahai manusia yang lupa kepada Allah

Wahai manusia yang lupa akan sunnah Rosulullah

Wahai manusia yang lupa akan wajibnya tha’at pada Imamul Muslimin (Ulil Amri)

Inilah balasan untuk kalian :

  1. 1. Allah telah mengunci-mati hati, pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. QS. Al-Baqoroh ayat ke-7

Ciri-irinya :

a) Tidak menerima peringatan Allah dan Rosul-Nya, atau

b) Tidak menerima nasehat para ‘Ulama (nasehat berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Rosulullah)

  1. 2. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambahkan oleh Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. QS. AL-Baqoroh ayat ke-10

Ciri-cirinya :

a) Mengaku beriman tapi hidupnya jauh dari nilai-nilai keimanan( tidak bergabung dengan orang-orang yang beriman atau pergaulannya mnyimpang dari keimanan )

b) Mengaku iman hanya untuk mengecoh orang-orang beriman, pengakuannya hanya sebatas ( pormalitas KTP ) untuk mencari keuntungan pribadi.

  1. 3. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. QS. Al-Baqoroh ayat ke-15

Ciri-cirinya :

a) Mengaku, membuat konsep untuk kebaikan ummat tapi merusak (menjual nama ummat (rakyat) untuk  mengeruk keuntungan pribadi)

b) Mengaku sebagai orang yang lebih baik daripada orang sebelunmya(para shahabat) dengan dalih modern

c) Didepan orang beriman ia menyodorkan konsep keimanan tetapi didepan orang orang yang tidak beriman ia mengaku adalah teman seperjuangannya(penjilat).

  1. 4. Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. QS. Al-Baqoroh ayat ke-16

Ciri-cirinya : kembali pada no 1 – 3 diatas !.

  1. 5. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) – dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya msnuia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. QS. AL-Baqoroh ayat ke-24.

Ciri-cirinya :

a) Perumpamaan mereka seperti membawa obor dimalam hari lalu obornya mati( mereka tidak dapat melihat kebenaran dari Allah )

b) Mereka tuli, bisu, buta ( tidak dapat menerima kebenaran dari Allah : ”Al-Quran dan Sunnah Rosulullah” )

c) Karena mereka senantiasa menutupi telinganya( Enggan mendengarkan Al-Quran atau Sunnah Rosulullah, mereka lebih suka mendengarkan  musik-musik / nyanyian-nyanyian), nyanyian di dalam Al Quran disebutnya “ Lahwal Hadits / perkataan yang sia-sia, membual, angan-angan belaka ”QS. 31 Luqman ayat ke-6.

d)       Jika ada keni’matan ia berjalan, jika tidak ada ia diam ( Jika ada gonimah / ufah ia mau beramal ).

  1. 6. (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. QS. Al-Baqoroh ayat ke-27

Ciri-cirinya :

a) Melanggar perjanjian dengan Allah ( Bai’at ) : “ Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,QS. Al-A’rof ayat ke-172

b) Melanggar Sunnah Rosulullah, sabdanya : “Barangsiapa yang tha’at pada ku  sungguh ia telah tha’at pada Allah, dan siapa yang ma’siat pada ku sungguh ia telah ma’siat pada Allah ….”Al-Hadits.

  1. 7. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. QS. Al-Baqoroh ayat ke-39

Ciri-cirinya :

a) Tidak mengakui kekholifahannya Nabi Adam AS ( sekarang ini banyak ungkapan yang tidak mereka sadari telah terjerumus dalam kesalahan(dosa) ungkapannya adalah :” Bahwa Islam pertama kali dibawa oleh Nabi Muhammad ”. seakan-akan bahwa islam baru, dan orang sebelumya tidak mengenal islam, lalu Nabi Adam sampai Nabi Isa mereka anggap siapa?…..

b) Tidak mau bertaubat kepada Allah, tetap dalam kekafirannya, tidak kembali pada hukum Allah (Al-Quran) dan tidak kembali pada sunnah Rosulullah ( ibadah bercampur bid’ah ).

  1. 8. Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at[46] dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. QS. Al-Baqoroh ayat ke-48

Ciri-cirinya :

a) Menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit ( Demi uang mereka tinggalkan hukum Allah ; Al-Quran dan Sunnah Rosulullah)

b) Mencampur adukkan antara yang hak dengan yang bathil (sunnah dengan bid’ah)

c) Lupa pada diri sendiri ( menyampaikan Al-Quran dan sunnah sementara ia sendiri tidak mengamalkannya ).Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan “. QS. 61 Ash-Shoof ayat ke-3.

  1. 9. (Bukan demikian), yang benar : barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. QS. Al-Baqoroh ayat ke-81

Ciri-cirinya :

a) Membiarkan anak perempuan( bebas tanpa aturan ), dan coba perhatikan pola ini telah menjadi karakter kehidupan yang katanya modern padahal mereka kembali kezaman primitive( serba kekurangan : pakaian kurang lebar / kotekan modern kali ya). Pabrik-pabrik / perusahaan telah mengutamakan kaum perempuan daripada kaum pria dengan dalih emansipasi wanita. Hal tersebut telah menimbulkan pengangguran kaum pria dan memicu tindakan criminal, dan banyak wanita yang kurang ajar pada suaminya karena ia merasa telah punya penghasilan(gaji) dan hancurlah rumahtangganya, lebih jauh dari itu banyaknya penyimpangan-penyimpangan moral yang menyebabkan turunnya adzab Allah(penyakit : AIDS / HIV ). Itulah akibat modernisasi tanpa didasari aqidah Islam.

b) Kembali pada kekufuran setelah keimanan. Karena kefakirannya(factor kemiskinan )

c) Merubah ketentuan Allah ( yang diperintahkan oleh Allah dijauhi dan yang dilarang-Nya ia lakukan )

d) Melampaui batas ( seperti kaum Nabi Musa yang cerewet, banyak menuntut sedikit berbuat )

e) Melanggar perjanjian dengan Allah ( QS. Al-A’rof ayat 172,  At-Taubah ayat 111,  Al-Fath ayat 10 )karena itu ia menjadi orang yang merugi dan mendapat kemurkaan dari Allah, menjadi kera.

f) Mempertanyakan hal yang mudah dalam rangka mempersulit yang menjawab atau karena enggan untuk mengikutinya ( lihat kisah penyembelihan sapi pada kaum Nabi Musa pada Al-Baqoroh ayat ke-70-75, kemudian Allah jadikan hatinya seperti batu( tidak dapat menerima kebenaran ),

g) Mengubah firman Allah (syari’at) setelah ia memahaminya

h) Mengelabui orang-orang beriman dengan pengakuannya “ Saya pun telah beriman

i) Mereka tidak mengerti Al Kitab Allah yang sebenarnya, lalu ia menuliskannya dan mengatakan bahwa itu adalah kitab Allah ( untuk mendapatkan keuntungan materi)

j) Mereka mengaku akan masuk neraka hanya sebentar untuk menebus dosanya saja lalu masuk surga.

  1. 10. Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat [68] QS. Al-Baqoroh ayat ke-85. [68]. Ayat ini berkenaan dengan cerita orang Yahudi di Madinah pada permulaan Hijrah. Yahudi Bani Quraizhah bersekutu dengan suku Aus, dan Yahudi dari Bani Nadhir bersekutu dengan orang-orang Khazraj. Antara suku Aus dan suku Khazraj sebelum Nabi Muhammad tiba di madinah beserta kaum muslimin lainnya, selalu terjadi persengketaan dan peperangan yang menyebabkan Bani Quraizhah membantu Aus dan Bani Nadhir membantu orang-orang Khazraj. Sampai antara kedua suku Yahudi itupun terjadi peperangan dan tawan menawan, karena membantu sekutunya. Tapi jika kemudian ada orang-orang Yahudi tertawan, maka kedua suku Yahudi itu bersepakat untuk menebusnya kendatipun mereka tadinya berperang-perangan.

Ciri-cirinya :

a)       Berpaling dari janji Allah,

b)       Menghilangkan persaudaraan / membuat pemusuhan, mengusir orang lain, dan mengadakan tolong-menolong dalam kejahatan

  1. 11. Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. QS. Al-Baqoroh ayat ke-86

  1. 12. Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka[70], padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. QS. Al-Baqoroh ayat ke-89

Ciri-cirinya :

a) Sombong, berdusta, dan suka membunuh ( membuunuh Orang-orang yang sholeh termasuk para nabi )

b) Mengaku hatinya telah terkunci ( dalam artian terang-terangan dalam menentang ajaran Islam )

c) Meninta didatangkan nabi ( petunjuk ) lalu mereka mengingkarinya ( karena nabi / pemimpin yang diminta bukan dari golongannya ) lalu mereka ingkari.

  1. 13. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. QS. Al-Baqoroh ayat ke-90

Cirri-cirinya :

a) Dengki terhadap orang yang mendapatkan hidayah dari Allah.

b) Meunukarkan keimanan dengan perbutan kufur

  1. 14. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. . QS. Al-Baqoroh ayat ke-98

Ciri-cirinya :

a) Tidak beriman pada Al-Quran ( tapi mereka membunuh Nabi sebelum Nabi Muhammad dan merusak ajarannya )

b) Kembali pada kekufuran ( karena nabi telah tiada, mereka mendzolimi dirinya sendiri dengan berbuat fasik )

c) Menyembah selain kepada Allah ( dan mereka membunuh para nabi dengan menghilangkan ajarannya serta melanggar perjanjian )

d) Karena banyaknya dosa mereka menjadi takut mati ( mereka mencintai dunia yang berlebihan hingga menghalangi untuk berjihad(perang) karena takut kematian menjemputnya )

e) Mereka ingin hidup di dunia ini sampai 1000 tahun ( karena kecintaannya pada materi duniawi )

  1. 15. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa’ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah.” Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih [80]. QS. Al-Baqoroh ayat ke-104

[80]. Raa ‘ina berarti: sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah, orang Yahudipun memakai kata ini dengan digumam seakan-akan menyebut Raa’ina padahal yang mereka katakan ialah Ru’uunah yang berarti kebodohan yang sangat, sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar perkataan Raa’ina dengan Unzhurna yang juga sama artinya dengan Raa’ina.

Cirri-cirinya :

  1. 16. Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. QS. Al-Baqoroh ayat ke-107
  1. 17. Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus. QS. Al-Baqoroh ayat ke-108
  2. 18. Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat. . QS. Al-Baqoroh ayat ke-114
  3. 19. Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka QS. Al-Baqoroh ayat ke-119
  4. 20. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. QS. Al-Baqoroh ayat ke-120
  5. 21. Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya[84], mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. QS. Al-Baqoroh ayat ke-121
  6. 22. Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan[86] seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa’at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. QS. Al-Baqoroh ayat ke-123
  7. 23. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” QS. Al-Baqoroh ayat ke-126
  8. 24. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati, .” QS. Al-Baqoroh ayat ke-159
  9. 25. Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat la’nat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya. QS. Al-Baqoroh ayat ke-161
  10. 26. Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). QS. Al-Baqoroh ayat ke-165
  11. 27. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka. QS. Al-Baqoroh ayat ke-167
  12. 28. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api[109], dan Allah tidak akan berbicara[110] kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. QS. Al-Baqoroh ayat ke-174
  13. 29. Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! QS. Al-Baqoroh ayat ke-175
  14. 30. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema’afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema’afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma’af) membayar (diat) kepada yang memberi ma’af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih[111]. [111]. Qishaash ialah mengambil pembalasan yang sama. Qishaash itu tidak dilakukan, bila yang membunuh mendapat kema’afan dari ahli waris yang terbunuh yaitu dengan membayar diat (ganti rugi) yang wajar. Pembayaran diat diminta dengan baik, umpamanya dengan tidak mendesak yang membunuh, dan yang membunuh hendaklah membayarnya dengan baik, umpamanya tidak menangguh-nangguhkannya. Bila ahli waris si korban sesudah Tuhan menjelaskan hukum-hukum ini, membunuh yang bukan si pembunuh, atau membunuh si pembunuh setelah menerima diat, maka terhadapnya di dunia diambil qishaash dan di akhirat dia mendapat siksa yang pedih. QS. Al-Baqoroh ayat ke-178
  15. 31. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[117] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. QS. Al-Baqoroh ayat ke-191
  16. 32. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. QS. Al-Baqoroh ayat ke-193
  17. 33. Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. QS. Al-Baqoroh ayat ke-206
  18. 34. Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran)[132] yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka.” Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah[133] setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. QS. Al-Baqoroh ayat ke-211
  19. 35. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. Al-Baqoroh ayat ke-218
  20. 36. Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. QS. Al-Baqoroh ayat ke-257
  21. 37. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir[168]. QS. Al-Baqoroh ayat ke-264
  22. 38. Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan[171], maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya. QS. Al-Baqoroh ayat ke-270
  23. 39. Orang-orang yang makan (mengambil) riba[174] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu[176] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. QS. Al-Baqoroh ayat ke-275
  24. 40. ,,,,,,,masih bersambung

Entry filed under: Aqidah. Tags: .

two in one EFEK PEMBERIAN NAMA

1 Komentar Add your own

  • 1. lail  |  Maret 4, 2010 pukul 12:49 am

    Bagus……………..I

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Al-Manak

Maret 2010
S S R K J S M
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Asmaul Husna

Kategori


%d blogger menyukai ini: