PUISI

Maret 1, 2010 at 5:01 am

Sampah segala Sumpah

maka ketika kuucapkan selamat tinggal, padamu kutanggalkan helaihelai rambut yang memutih. bukan melati, bukan arca malaikat tanpa hati atau kecupan sebilah belati. akulah manusia.

Sementara ditiaptiap tembok persimpangan, graffiti nama kita terukir begitu saja. entah siapa yang teriak, tibatiba serentak semua bergejolak. meski akhirnya cuma kita yang setia pada derik gerobak. sampah segala sumpah.

kemana lagi melarikan mimpi. mata, hari, hati terlalu gersang. tongtong sampah penuh deretan usang catatan pelajaran anakanak kecil bertema keadilan. Entah apa yang makna. Toh buku harian selalu sejelaga tungku batu bara. Mungkin kita yang masih enggan mengerti, menggali airmata di kurusetra masih terlalu tanpaarti.

hanya andai mungkin masih kita punya. tentang esok, apalagi bulan depan, sungguh aku tak tahu. Hari ini lilin belum habis membakar diri. Nanti malam, kita bangun lagi mimpimimpi. Sambil menghancurkan mimpi yang kemarin lusa tak habis kita tangisi.

tapi. aku pergi dulu. Jangan menunggudanmencari bila senja aku tak kembali. tidur, dan jelmakan mimpi kita esok hari. atau mungkin seabad lagi! *** puisi. org.

Entry filed under: Bahasa. Tags: .

PUISI PUISI


Al-Manak

Maret 2010
S S R K J S M
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Asmaul Husna

Kategori


%d blogger menyukai ini: